Arsitek adalah seorang profesional yang bersertifikat dengan keterampilan untuk merancang suatu bangunan. Arsitek harus memiliki gelar profesional dari universitas yang terakreditasi. Mereka juga harus terdaftar dalam asosiasi profesi.

Ketika merancang rumah, hubungan Anda dengan arsitek dapat sangat intim, karena rincian kehidupan pribadi Anda dapat menjadi dasar untuk desain rumah Anda. Selain itu, merancang bangunan bukanlah proses yang sederhana. Anda dan arsitek Anda harus dapat berbicara dan saling mendengarkan dengan baik.

Bagaimana menemukan arsitek?

Anda dapat menemukan seorang arsitek dengan berbagai cara. Rekomendasi dari teman dan kolega adalah cara yang paling umum. Anda juga dapat menemukannya melalui kontraktor rumah. Jika Anda melihat bangunan yang sedang dibangun, seringkali ada papan yang menyebutkan arsiteknya, atau kontraktornya dapat memberitahu Anda siapa arsiteknya. Iklan dan situs web adalah cara lain untuk menemukan arsitek.

Pertemuan awal

Setelah menemukan arsitek, langkah pertama adalah membuat janji pertemuan awal. Dalam pertemuan ini, Arsitek akan mencoba untuk memahami secara persis gagasan Anda mengenai rumah yang ingin dibangun seperti fitur, gaya, ukuran dan anggarannya. Sebagai responnya, dia mungkin akan menunjukkan foto-foto rancangan atau contoh rumah atau membawa Anda untuk mengunjunginya, serta membicarakan pertimbangan plus-minusnya. Bersama dengan arsitek, Anda akan mengembangkan dan memperbaiki “visi Anda”mengenai rumah yang akan dibangun. Arsitek akan membantu Anda untuk mengeksplorasi kebutuhan untuk beristirahat, bekerja atau bermain di ruang-ruang yang Anda buat.

Selama pertemuan pertama, arsitek akan mendapatkan gagasan spesifik mengenai proyek Anda. dan Anda akan memahami filosofi desain dari sang arsitek. Pertemuan ini adalah waktu untuk menguji apakah ada kesesuaian antara Anda dan sang arsitek.

Disain

Setelah syarat dan kebutuhan ditetapkan, tahap desain dimulai. Arsitek Anda menuangkan visi Anda ke dalam gambar dan spesifikasi tertulis. Masukan Anda dalam fase ini sangat penting untuk menyempurnakan desain. Pada tahap ini ide-ide kembali dibahas, diubah, dan diperhalus. Tahap desain dapat berlangsung cepat atau lama, tergantung pada jenis proyek, klien, dan jadwal. Tahap desain berakhir ketika Anda setuju dengan gambar rencana yang akan memandu konstruksi.

Gambar kerja

Gambar kerja  dibuat oleh seorang drafter di kantor arsitek berdasarkan gambar rencana yang telah disepakati. Gambar kerja mencakup semua gambar dan informasi yang spesifik dan khusus untuk membangun rumah Anda. Kontraktor akan menggunakannya untuk memandu pembangunan sampai selesai.

Biaya

Biaya selalu menjadi perhatian utama. Ada berbagai cara untuk menghitung biaya jasa arsitek. Berikut adalah beberapa metode peghitungan biaya yang umum:

  • Biaya per m2 bangunan: ini mungkin metode yang paling umum. Setiap arsitek memiliki tarif sendiri, tergantung tingkat keahlian, jenis bangunan, lingkup pelayanan, dll.
  • Persentase biaya konstruksi. Seperti halnya tarif per m2, tidak ada persentase standar. Setiap arsitek menetapkan besarannya sendirinya.
  • Biaya per jam: setiap jam yang dihabiskan untuk proyek rumah Anda dibebankan dengan tarif yang disepakati. Biaya totalnya sulit untuk diperkirakan dengan metode ini.
  • Biaya lumpsum: biaya total yang jumlahya tergantung pada negosiasi antara klien dan arsitek.

Selain jasa arsitek, ada beberapa biaya yang terkait dengan perancangan bangunan yang harus ditanggung pemilik, di antaranya adalah biaya survei, biaya perizinan, dan mungkin juga biaya pengujian struktur tanah bila diperlukan.

Tips Bekerjasama Dengan Arsitek

Post navigation


Leave a Reply

  1. Anda tinggal di Jabodetabek atau Bandung dan butuh kontraktor rumah yang handal? Hubungi kami!
WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera